welcome to ekha's blog......Thanks^^

Sabtu, 07 Agustus 2010

Packet Tracer

Packet Tracer
Packet Tracer adalah sebuah software yang dikembangkan oleh Cisco. Dimana software tersebut berfungsi untuk membuat suatu jaringan komputer atau sering disebut dengan computer network. Dalam program ini telah tersedia beberapa komponen–kompenen atau alat–alat yang sering dipakai atau digunakan dalam system network tersebut, Misalkan contoh seperti kabel Lan ( cross over, console, dll ) , HUB, SWITCHES, ROUTER dan lain sebagainya. Sehingga kita dapat dengan mudah membuat

sebuah simulasi jaringan computer di dalam PC anda, simulasi ini berfungsi untuk mengetahui cara kerja pada tiap–tiap alat tersebut dan cara pengiriman sebuah pesan dari komputer 1 ke computer lain dapat di simulasikan juga disini.

Dalam program tersebut terdiri beberapa menu yang di tampilkan pada program ini diantaranya:

1. Kolom Menu

Kolom Menu pada bagian atas sebelah kiri ini merupakan bagian yang sering kita lihat dalam setiap software, dimana terdiri antara lain adalah :

- File

- Options

- Help

Pada icon menu File . kita dapat temukan perintah basis dasar seperti membuat file baru ( New ), membuka file ( Open ), menyimpan file ( Save/Save As ), mencetak file ( Print ) dan juga kita dapat mengakses aktivitas wizard melalui menu file ini.

Pada menu options, didalamnya mencakup tentang tampilan dasar dari data yang akan kita buat, seperti animasi, sound dsb dan tampilan gambar.

Dan yang terakhir adalah menu Help. Menu help merupakan satu panduman dalam software tersebut dimana kita dapat langsung mengakses tata cara penggunaan dari software ini.

2. Kolom Shortcut

Pada bagian ini, dapat dilihat berapa shortcut seperti NEW, OPEN, PRINTER, SAVE, dan ACTIVITY WIZARD. Dan pada sisi kanan, kita juga akan temukan shortcut Network Information dan Help. Fungsi kolom ini adalah memudahkan kita mencarikan sesuatu hal yang kita inginkan dengan cepat.

3. Kolom Alat Umum

Bagian ini menyediakan akses yang biasanya menggunakan peralatan workspace. Bagian ini merupakan sebuah perintah antara lain: memilih ( Select ) ,memindahkan tata ruang ( Move Layout ), menempatkan catatan ( Place Note ), menghapus ( Delete ), memeriksa ( Inspect ), menambahkan PDU Sederhana dan Kompleks.

4. Kolom Logical/Physical Workspace

Pada bagian ini disediakan dua macam Workspace, yaitu Phisik dan logical Workspace. Dimana logis workspace merupakan tempat yang untuk membuat sebuah simuasi jaringan computer. Dan Phisik Workspace adalah merupakan tempat yang untuk memberi suatu dimensi phisik ke topologi jaringan computer. Hal tersebut bisa memberikan pengertian skala dan penempatan sesuatu jaringan komputer pada suatu lingkungan ( kantor,dll ) .

5. Workspace (Tempat kerja)

Area ini merupakan sebuah tempat dimana kita akan merencanakan atau membuat sebuah jaringan, mengamati simulasi pada jaringan tersebut serta mengamati beberapa macam informasi dan statistik.

6. Kolom Realtime/Simulation

Pada bagian ini tersedia dua item yang diantaranya : mode Simulasi dan mode Realtime, dimana :

- Realtime, dalam Mode Simulasi adalah simulasi pada item yang dapat dilihat dan sekaligus mengamati proyek yang telah kita buat/rancang.



mode_simulation_SimPanel
Dalam mode Simulasi . kita dapat lihat panel simulasi yang beberapa perintah antara lain :

-

Reset Simulation : untuk mengulangi simulasi

- Constant Delay : Penundaan tetap

- Auto Capture/ Play : menjalankan simulasi secara automatic

- Capture / Forward : menjalankan simulasi

- Daftar Filters.





Dalam Daftar Filters ( Protokol ) antara lain adalah

Address Resolution Protocol (ARP) adalah protokol untuk mapping dari alamat IP (Internet Protocol) ke alamat fisik MAC (Media Access Control). Misal di suatu jaringan kita ingin mengirim paket ke host A 192.168.1.2, maka pertama kita harus tahu siapa yang mempunyai alamat IP tsb. Maka ARP akan membroadcast pertanyaan tsb ke semua host yang ada di jaringan. Maka alamat IP(192.168.1.2) tsb akan menjawab kembali dengan mengirimkan alamat MACnya. Alamat MAC ini akan disimpan di tabel ARP untuk memudahkan pencarian jika diperlukan pengiriman paket ke tujuan yang sama.

DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah protokol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan. Sebuah jaringan lokal yang tidak menggunakan DHCP harus memberikan alamat IP kepada semua komputer secara manual. Jika DHCP dipasang di jaringan lokal, maka semua komputer yang tersambung di jaringan akan mendapatkan alamat IP secara otomatis dari server DHCP. Selain alamat IP, banyak parameter jaringan yang dapat diberikan oleh DHCP, seperti default gateway dan DNS server.

Enchaced Interior Gateway Routing Protocol (EIGRP) adalah sebuah protokol properti Cisco yang bekerja pada router Cisco dan pada prosesor-prosesor route internal yang terdapat pada switch layer core dan switch layer distribution Cisco.

EIGRP adalah protokol distance-vektor yang classless dan yang sudah ditingkatkan (echanced), yang memberikan kita keunggulan yang nyata dibandingkan protokol properti cisco lainnya, yaitu Interior Gateway Routing Protocol IGRP.

Internet Control Message Protocol (ICMP) adalah salah satu protokol inti dari keluarga protokol internet. ICMP utamanya digunakan oleh sistem operasi komputer jaringan untuk mengirim pesan kesalahan yang menyatakan, sebagai contoh, bahwa komputer tujuan tidak bisa dijangkau.

ICMP berbeda tujuan dengan TCP dan UDP dalam hal ICMP tidak digunakan secara langsung oleh aplikasi jaringan milik pengguna. salah satu pengecualian adalah aplikasi ping yang mengirim pesan ICMP Echo Request (dan menerima Echo Reply) untuk menentukan apakah komputer tujuan dapat dijangkau dan berapa lama paket yang dikirimkan dibalas oleh komputer tujuan.

TCP (Transport Control Protocol), adalah transport protokol yang connection oriented, yang menyediakan pelayanan pengiriman data yang reliable dengan deteksi dan koreksi kesalahan end-to-end. Layer ini berfungsi untuk mengirim dan menerima paket yang ditransmisikan dalam jaringan. Jika dibandingkan dengan OSI layer, layer ini mencakup tiga layer terbawah pada model tersebut, yaitu : Network, Datalink, dan Physical layer.

UDP (User Datagram Protocol), untuk transport protokol yang connectionless.

1. Network Component Box (kotak komponen yang dibutuhkan pada pembuatan jaringan)

Bagian ini merupakan tempat dimana untuk memilih alat dan koneksi yang akan kita gunakan pada workspace untuk membuat sebuah jaringan computer. Dalam bagian ini juga terdapat dua item yaitu pemilihan peralatan & koneksi serta pemilihan peralatan & koneksi yang lebih spesifik contoh nya jenis penghubung dan jenis kabel

2. Kotak Pemilihan Jenis Alat/koneksi

Bagian ini merupakan bagian dari kolom diatas dimana, pada kolom tersebut digunakan untuk memilihkan sebuah alat yang digunakan yang ditempatkan pada workspace. Alat tersebut antara lain adalah Hub, Switches, Routers, Wireless, End Devices(computer, Printer), Wan Emulation, dan yang terakhir adalah kabel.

3. Kotak Pemilihan Jenis Alat/koneksi yang lebih Spesifik

Bagian ini merupakan lanjutan dari bagian di atas dimana alat atau koneksi yang telah kita pilih akan dibagikan jadi beberapa jenis-jenisnya secara lebih rinci. Alat & koneksi yang telah dispesifikasikan tersebutlah yang akan kita gunakan dalam rancangan atau pembuatan jaringan dengan sesuai dengan keinginan kita.

4. Menggunakan Paket Window Yang Diciptakan

Bagian ini merupakan suatu paket yang mengatur skenario selama berlangsungnya simulasi jaringan yang telah kita buat.

CARA MEMASANG HUB DAN SWITCHES DENGAN BEBERAPA KOMPUTER DENGAN MENGGUNAKAN PACKET TRACER.

1. Pilih End Devices dan pilih computer yang pada kolom yang di sebelah kanan. letakan computer pada workspace sesuai keinginan anda.

2. Pilih Hub dan pilih jenis hub yang pada kolom yang sebelah kanan yang sesuai dengan keinginan anda, letakan hub tersebut pada workspace

3. Pilih Switches dan pilih jenis switches yang pada kolom yang disebelah kanan yang kamu inginkan , dan letakan switches tersebut pada workspace.

4. Pilih connection lalu pilih jenis yang yang pada kolom sebelah kanan, jenis connection harus sesuai dengan hub, switches dan komputer. Dan tarik kabel dari hub ke computer, dari hub ke switch, dan dari computer ke switch( cara gampang untuk memilih connection yang sesuai dengan hub dan lain-lain, adalah dengan memilih connection automatic dengan demikian maka connection tersebut akan memilih kabel yang secara automatic yang sesuai dengan hub dan lain sebagainya).

5. Clik computer tersebut 2 kali dan muncul kolom yang berjudul edit PDU. Pilih dektop dan pilih ip configuration. Isilkan ip address : 192.168.0.1 pada computer 1, pada computer 2, isilah ip addressnya : 192.168.0.2, dan computer seterusnya.

RANGKUMAN

RANGKUMAN
Intranet

Melibatkan jaringan LAN dan web server yang terpasang pada jaringan LAN tersebut. Web serfer digunakan untuk melayani permintaan pengguna internal suatu organisasi untuk menampilkan data dan gambar,interet ini mempunyai sifat tertutup yang mempunyai pengguna dari

Internet

Sebenarya terdapat banyak jarigan di dunia ini.seringkali menggunakan perangkat keras dari perangkat lunak yang berbeda-beda.keinginan memerlukan hubungan antar jaringan yang seringkali tidak kompatibel dan berbeda.biasanya untuk melakukan al ini diperlukan sebuah mesin yang disebut gateway,guna melakukan hubungan dan melasanakan terjemahan yang diperlukan baik perangkat keras maupun perangkat kerasnya.ketika sebuah perusahaan berkembang menjadi beberapa lokasi, maka asing-masing lokasi engembangkan lokalnya.


WAN ( wide area network )

Terdapat begitu banyak pilihan yang tersedia untuk meninplementasikan WAN yang bisa dibedakan berdasarkan Teknologi, Kecepatan, dan Biaya yang dibutuhkan. Sebuah WAN menggunakan jalur data untuk membawa data menuju Internet dan menghubungkan lokasi-lokasi perusahaan yang terpisah. Perangkat pada pelanggan disebut CPE (Costumer Premises Equitment) kabel tembaga, Serat optik (Wireles) yang digunakan untuk menghubungkan CPE ke central priveder terdekat. Media ini disebut Lokal Loop.

Perangkat yang meletakkan data ke Lokal Loop disebut DCE (Data Cirkuit Terminating Equipment). Perangkat pelanggan yang melewatkan data ke DEC disebut dengan DTE (Data Terminal Equtpment). Jalur WAN menyediakan berbagai macam kecepatan data yang diukur dalam satuan kb/s. Dibawah ini berbagai teknologi WAN dan kecepatan yang tersedia :








Line Type Signal Standard Bit Rate Capacity
56 DSO 56 Kbps
64 DSO 64 Kbps
T1 DS1 1.544 Mbps
E1 ZM 2.048 Mbps
E3 M3 34.064 Mbps
J1 Y1 2.048 Mbps
T3 DS3 44.736 Mbps
OC-1 Sonet 51.84 Mbps
OC-3 Sonet 115.54 Mbps
OC-9 Sonet 466.56 Mbps
OC-12 Sonet 622.08 Mbps
OC-18 Sonet 933.12 Mbps
OC-24 Sonet 1244.16 Mbps
OC-36 Sonet 1866.24 Mbps
OC-48 Sonet 2488.32 Mbps

A. Perangkat WAN
WAN menghubungkan beberapa LAN melalui jalan komunikasi dari service provider. Perangkat-perangkat tersebut antara lain :

1. Router
LAN mengirimkan data ke router, kemudian router akan menganalisis berdasarkan informasi alamat pada layer 3. Router mengatur jaringan dengan menyediakan kontron dinamis melalui sumber daya dan mendukung tugas dan tujuan tersebut antara lain konestivitas, pervormasi yang rekabel kontrol manajemen dan fleksibel.

2. CSU / DSU
Jalur komunikasi membutuhkan sinyal dengan format yang sesuai. Untuk jalur digital sebuah Chanel Service Unit (CSU) dan Data Service Unit (DSU) dibutuhkan. Keduanya sering di gabung menjadi sebuah perangkat yang disebut CSU/DSU.

3. Modem
Modem adalah sebuah perangkat yang dibutuhkan untuk mempersiapkan data untuk transmisi melalui Local Loop. Modem mengirim data melalui jalur telepon dengan memodulasi dan demodulasi sinyal.

4. Communication Server
Merupakan perangkat yang mengkonsentrasikan pengguna dial-In dan remote akses ke LAN. Memiliki beberapa interface analog dan digital serta mempu melayani beberapa user sekaligus.



B. Standar WAN
Menggunakan OSI layer tetapi hanya fokus pada layer 1 dan 2. Pada umumnya menggambarkan baik metode pengiriman layer 1 dan kebutuhan layer 2. Termasuk alamat fisik, aliran data dan enkapsulasi. Data Link layer menjelaskan bagaimana data di enkapsulasi untuk transmisi ke remote site, dan mekanisme untuk pengiriman yang menghasilkan frame. Ada bermacam-macam teknologi yang digunakan seperti ISDN, Frame Relay atau AsynchronousTransfer Mode (ATM).

Dasar-Dasar Rounting

a. Rounting langsung dan tidak langsung
Tabel rounting berisi informasi yang diperlukan untuk menentukan kemana data gram harus dikirim.
b. Jenis konfigurasi Rounting
Ada 3 macam :

1. Minimal Rounting
Adalah konfigurasi yang paling sederhana tapi mutlak diperlukan.
2. Static Rounting
Biasanya digunakan/dibangun dalam network yang hanya mempunyai beberapa gateway. Jenis ini masih memungkinkan untuk jaringan kecil dan stabil. Static rounting tidak mungkin dipakai untuk jaringan besar, karena membutuhkan effort yang besar untuk mengupdatenya.
3. Dynemic Rounting
Dengan dynaic rounting, tinggal menjalankan rounting protokol yang dipilih dan dibiarkan bekerja. Seperti dua sisi uang, dynamic rounting selain menguntungkan juga sedikit merugikan. Dynamic Rounting memerlukan rounting protokol untuk membuat tabel rounting dan protokol ini biasanya memakan resource komputer.

c. Rounting Protokol
Merupakan aturan yang mempertukarkan informasi rounting yang nantinya akan mebentuk table rounting sedangkan rounting adalah aksi pengiriman-pengiriman paket data berdasarkan table rounting tadi. Rounting Protokol bertujuan mencari rute tersingkat untuk mencapai tujuan . Secara garis besar, rounting protocol dibagi menjadi Interior Rounting Protokol dan Exterior Rounting Protokol.


d. ARP ( Address Resolution Protocol)
Proses mapping dilakukan hanya untuk datagram yang dikirim host karena pada saat inilah host menambah header Ethernet pada datagram. IP address suatu host bergantung pada IP address jaringan tempat host tersebut berada, sementara alamat Ethernet sebuah card bergantung pada alamat yang diberikan oleh pembuatnya.

Secara singkat/ringkas proses ARP adalah :
1. Host mengirimkan paket ARP request dengan broadcost Ethernet.
2. Datagram IP yang dikirim dimasukkan ke dalam antrian
3. Paket ARP respon diterima host mengisi tabel entri baru
4. Datagram IP yang terletak dalam antrian diberi header Ethernet
5. Host mengirimkan frame Ethernet ke jaringan

Enkapsulasi HDLC (High-Level Data Link Control)

HDLC menggunakan transmisi serial synchoronous yang menyediakan komunikasi bebas error diantara 2 titik. HDLC menjelaskan struktur frame layer 2 yang memperbolehkan flow control dan error control menggunakan acknowledgmen dan windowing scheme. HDLC mempunyai 3 tipe frame dimana setiap frame memiliki format yang berbeda :

 Information frame (I-Frames), membawa data untuk dikirimkan.
 Supervisory frame (S-Frames), menyediakan mekanisme request dan respond ketika piggy bocking tidak digunakan.
 Unnumbered Frames (U- Frames), menyediakan tambahan fungsi pengontrolan jalur seperti setup konrksi.

HDLC dapat digunakan untuk protocol point to point yang dapat digunakan pada leased line diantara dua perangkat dengan merk sejenis.

Enkapsulasi PPP (Point to point)

PPP menggunakan arsitektur berlapis, arsitrektur berlapis adalah model logic, desain, dan cetak biru yang membantu komunikasi diantara lapisan interkoneksi. OSI model arsitektur berlapis yang digunakan pada jaringan.

 PPP terdiri dari dua sub-protocol, yaitu :
1. Link control protocol (LCP), digunakan untuk membangun jalur point to point.
2. Network control protocol (NCP) digunakan untuk mengkonfigurasi berbagai protocol network layer.





 PPP dapat mengkonfigurasi berbagai tipe interface fisik yaitu :
1. Asynchronous Serial
2. Synchronous Serial
3. High Speed Serial Interface
4. ISDN

 LCP juga melakukan
1. Menangani berbagai batas dari ukuran paket
2. Mendeteksi kesalahan konfigurasi yang umum
3. Mengakhiri jalur
4. Memastikan ketika jalur berfungsi baik atau ketika sedang rusak

 Field pada frame PPP adalah sebagai berikut :
1. Flag
2. Address
3. Control
4. Protocol
5. Data
6. FCS

 Frame yang digunakan untuk PPP :
1. Frame pembangun jalur digunakan untuk membangun dan mengkonfigurasi jalur.
2. Frame terminasi jalur digunakan untuk mengakhiri jalur
3. Frame pemeliharaan jalur digunakan untuk mengatur dan melakukan debug terhadap jalur.

 Tiga (3) sisi pembangun PPP :
1. Fase pembangunan jalur
2. Fase authentication
3. Fase protocol network layer


CHAP digunakan pada starup dan secara periodic diverifikasi untuk mengidentifikasi remote node menggunakan three-way.